LAPORAN
LAYANAN
BIMBINGAN UMAT
DI
VIHARA SIRIPADA
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktik Pengalaman
Lapangan (PPL)
Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang
Banten
Oleh:
PRAYOGO PANGESTU
NIM 0250111020456
JURUSAN
DHARMADUTA
SEKOLAH
TINGGI AGAMA BUDDHA NEGERI SRIWIJAYA
TANGERANG
BANTEN
2014
LEMBAR
PENGESAHAN
Laporan Layanan Bimbingan Umat ini telah disetujui dan
disahkan
Pada tanggal November 2014
Ketua
Dayakasabha Vihara Siripada, Pembina/Pengurus,
Pmd.
Benny Wu, S. Kom.,S. Dt.B. Dedi
Candra
Dosen Pembimbing Lapangan,
Puja Subekti, S. Ag., M.M.
NIP 197807102008011021
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Tiratana,
karena berkat lindungan-Nya dan karma baik, penulis dapat menyelesaikan Laporan
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) tanpa suatu halangan apapun. Penulisan
laporan PPL ini sebagai salah satu syarat mengikuti ujian skripsi juga untuk
memenuhi tugas sebagai seorang mahasiswa.
Penyusunan laporan PPL ini tidak akan selesai tanpa bimbingan dan motivasi
dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan ketulusan hati penulis mengucapkan
terimakasih kepada :
1.
Bapak
Sapardi, S.Ag., M.Hum., selaku Ketua
Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Negeri Sriwijaya Tangerang Banten
yang telah memberikan izin dalam pelaksanakan
PPL.
2.
Bapak Dody Herwidanto, S.Ag., M.A., selaku Ketua
Jurusan Dharmaduta yang telah mengadakan kegiatan PPL ini.
3.
Bapak Nyoto, S.Ag., selaku Ketua Panitia PPL Tahun
Akademik 2014/2015.
4.
Bapak Puja Subekti, S.Ag., M.M. selaku pembimbing
lapangan, yang memberikan bimbingan dan motivasi dengan penuh pengertian dan
kesabaran.
5.
Phra Maha Ali Jutaliko Mahathera, selaku Kepala Vihara
Siripada yang telah membimbing dan memberikan motivasi kepada peserta PPL di
Vihara Siripada.
6.
Pmd. Beni
Wu, selaku Ketua Dayakasabha Vihara Siripada yang telah memberikan izin dalam pelaksanaan PPL
di Vihara Siripada.
7.
Dedi Candra, selaku pembina/ pengurus Vihara Siripada yang telah membimbing dan
memotivasi dengan penuh pengertian.
8.
Umat Buddha
Vihara Siripada yang telah ikut berpartisipasi aktif dalam
pelaksanaan PPL ini.
9.
Pembina
Sekolah Minggu Buddha dan Iclass Vihara Siripada yang
telah mendukung tersuksesnya kegiatan PPL ini.
10.
Teman-teman kelompok IV Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah membantu baik berupa
motivasi, tenaga maupun materi, hingga terselesaikannya kegiatan PPL ini.
Dalam penulisan laporan
kegiatan PPL ini terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki. Penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan penulisan
di masa mendatang. Demikianlah laporan PPL ini disusun, semoga dapat bermanfaat
bagi mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.
Tangerang,
14 November 2014
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i
LOGO .................................................................................................................... ii
HALAMAN
PERSETUJUAN .................................................................... iii
KATA PENGANTAR .................................................................................. iv
DAFTAR ISI.................................................................................................. vi
BAB I
PENDAHULUAN .................................................................................... 1
A. Latar Belakang .............................................................................. ...... 1
B. Tujuan ............................................................................................ ...... 2
C.
Lokasi PPL .................................................................................... 3
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN PPL............................................. 4
A. Kegiatan PPL...................................................................................
4
B. Identifikasi pada Kasus Umat............................................................... 4
1. Tujuan ...................................................................................... ...... 4
2. Metode ..................................................................................... ...... 5
3. Prosedur .......................................................................................... 6
4. Diagnosis ................................................................................. ...... 7
5. Prognosis .................................................................................. ...... 8
6. Tindak lanjut / follow
up........................................................... 9
C. Pelaksanaan Kegiatan dan Program Kerja...................................... 10
1. Mempertahankan Semangat Umat Untuk Mengikuti Puja
Bhakti Umum 10
2. Meningkatkan Semangat Pemuda Mengikuti Puja Bhakti
Kalyanamitha 11
3. Pindapatha Rutin...................................................................... 12
4. Membantu Administrasi Vihara................................................ 12
5. Membantu Kegiatan Dhamma Study....................................... 13
6. Sekolah Minggu Buddha (SMB).............................................. 13
BAB III PENUTUP ...................................................................................... 17
A. Simpulan ........................................................................................ 17
B.
Saran .............................................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 19
LAMPIRAN .................................................................................................. 20
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL) adalah praktik penerapan ilmu pengetahuan yang bersifat interdisipliner yang dilakukan oleh
mahasiswa dan dikembangkan oleh seluruh jurusan sebagai satu bagian dari
program pendidikan dilingkungan Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Negeri
Sriwijaya Tangerang Banten. Sesuai dengan Institusi
Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya, PPL yang telah diadakan
diwujudkan dalam suatu kegiatan yang bersifat pembinaan terhadap masyarakat Buddhis
khususnya baik dari usia anak-anak, pemuda-pemudi, dan orang tua serta
kegiatan-kegiatan vihara tersebut.
Layanan bimbingan umat
merupakan kegiatan intrakulikuler yang dilaksanakan oleh Mahasiswa (praktikan)
Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya yang mencakup latihan ceramah dan
layanan pembinanaan umat untuk memenuhi persyaratan pembentukan penyuluh Agama
Buddha. Oleh karena itu, setiap pengurus vihara ataupun Dharmaduta harus
memahami makna layanan serta dapat menempatkan diri secara tepat dalam
pelaksanaanya. Dipihak lain, Dharmaduta sebagai salah satu pendukung unsur
pelaksanaan penyuluhan mempunyai tangung jawab sebagai pendukung layanan dalam
bimbingan di vihara, disamping menggunakan pendekatan bimbingan dalam proses belajar
Dharma, agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik Dharmaduta dituntut
untuk memiliki wawasan dan sikap yang memadai terhadap konsep-konsep dasar
layanan bimbingan umat Buddha di vihara.
Pemberi
layanan bimbingan
umat diharapkan harus bisa mengenali
karakter umat yang dibimbingnya sehingga Dhamma yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan dapat
dipraktikkan dalam kesehariannya. Seorang Dharmaduta harus memberi pelayanan
dengan ramah dan mudah dapat menyesuaikan diri dengan umat yang dibimbingnya
sehingga dapat mengerti permasalahan yang dialami oleh umat berkaitan dengan
pemahaman terhadap Dhamma. Setelah mengetahui permasalahan yang dialami oleh
umat seorang pembimbing umat bisa memberikan penyelesaian yang tepat untuk masalah
yang dihadapi oleh umat. Dengan layanan bimbingan umat ini diharapkan dapat
memberikan perubahan yang baik pada umat Buddha.
B.
Tujuan
Kegiatan Layanan
Bimbingan Umat merupakan program Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL) yang bertujuan untuk:
1) Memupuk
rasa tanggungjawab sosial di kalangan mahasiswa, agar mereka mampu menerapkan
ilmunya sehingga tercipta relevansi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
2) Mempersiapkan
calon sarjana untuk lebih menghayati permasalahan yang dihadapi masyarakat dan
untuk memperluas wawasan, pemikiran serta belajar menyelesaikan permasalahan
secara praktis dan terpadu.
3) Mengembangkan
pengetahuan agama, sikap, dan ketrampilan mahasiswa melalui penerapan ilmu
pengetahuan dan agama Buddha, teknologi dan seni yang bernafaskan Buddha
Dharma secara langsung di tengah masyarakat, serta melatih mahasiswa
untuk bekerja dibidang keahlian secara terpadu.
4) Membantu
pemerintah dalam mempercepat pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dalam
berbagai bidang social keagamaan.
C. Lokasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL) Kelompok IV dilaksanakan di Vihara Siripada yang
berada di Perumahan Vila Melati Mas , Jl. Raya Serpong Blok B10. No. 54, Kel.
Jelupang, Serpong Utara – Kota Tangerang Selatan – 15310.
BAB
II
PELAKSANAAN KEGIATAN
PPL
A. Kegiatan PPL
Kegiatan utama PPL bertitik tumpu pada pengabdian kepada umat secara
nyata di lapangan, dalam hal ini yaitu tempat PPL dilaksanakan.
Kegiatan-kegiatan tersebut dituangkan dalam rancangan kerja PPL yang memuat
rencana-rencana kegiatan yang akan dilakukan selama kurun waktu tertentu dalam
kegiatan PPL tersebut. Program tersebut tentunya harus disesuaikan dengan
kegiatan yang telah berjalan
di lokasi PPL, sehingga kemungkinan salah sasaran dapat ditanggulangi dengan baik.
Layanan bimbingan umat dilaksanakan oleh mahasiswa (praktikan) yang mencakup
latihan ceramah dan layanan bimbingan umat secara terpadu sebagai persyaratan
pembentukan penyuluh Agama Buddha. Kegiatan bimbingan umat dilaksanakan
di Vihara Siripada yang berada
di Perumahan Vila Melati Mas, Jl. Raya Serpong Blok B10 No 54, Kel. Jelupang,
Serpong Utara – Kota Tangerang Slatan - 15326. Setiap mahasiswa peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Vihara Siripada memilih umat yang mengalami kesulitan
dalam pemahaman Dhamma. Kasus ini akan menjadi suatu masalah yang harus
ditemukan solusinya guna
membantu umat dalam memahami Dhamma.
B. Identifikasi pada
Kasus Umat
1.
Tujuan
Dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di
Vihara Siripada, penulis menemukan beberapa kasus umat yaitu pada puja bakti
muda-mudi kalyanamitha dan puja bakti umum. Dengan ditandai pada kurangya sikap kepedulian umat terhadap
umat yang lainya, sehingga mereka tidak saling mengenal satu-sama lain. Umat
yang hadir hanya datang untuk mengikuti puja bakti, dan tidak saling bertukar
pendapat atau saling mengenal antara sesama umat yang hadir. Dari hasil
pengamatan yang dilakukan maka disimpulkan bahwa perkembangan muda-mudi dalam
kegiatan di vihara masih banyak yang belum mengerti dan memahami dengan baik
ajaran Buddha. padahal kebanyakan umat yang datang berasal dari lingkungan terpelajar
dan didominasi oleh komunitas mahasiswa Buddhis disekitar Vihara Siripada.
2. Metode
Untuk menentukan dan menetapkan kasus umat di Vihara Siripada, penulis
mengunakan metode wawancara, pengamatan, dan analisis documenter. untuk
mempermudah identifikasi.
a)
Wawancara
Wawancara dilakukan penulis kepada senior di vihara siripada terkait
dengan permasalahan yang muncul.
b)
Pengamatan (Observasi)
Pengamatan
dilakukan penulis pada setiap kegiatan puja bakti muda-mudi kalyanamitha dan
puja bakti umum setiap hari minggu untuk mengetahui perkembangan yang terjadi.
c) Analisis
dokumenter
Analisis dokumenter merupakan penelusuran atau pengamatan terhadap
dokumen-dokumen umat kasus untuk menggali informasi agar lebih nyata,
3. Prosedur
a)
Tanya jawab dengan umat
Penentuan umat kasus adalah hasil percakapan Tanya jawab dengan umat
Vihara Siripada. Kegiatan ini berlangsung secara tertutup, artinya percakapan
Tanya jawab untuk menggali informasi dari umat secara tertutup tanpa
pemberitahuan mengenai maksud dan tujuan.
b)
Diskusi dan evaluasi
Dari hasil tanya jawab yang dilakukan penulis dengan umat, dalam
menentukan umat kasus, penulis melakukan tindak lanjut yaitu diskusi dan
evaluasi. Diskusi dan evaluasi ini dilakukan untuk menggali informasi secara
mendalam mengenai permasalahan yang terjadi.
c)
Membuat grafik atau pemahaman untuk melihat peningkatan
Grafik pemahaman dalam melihat peningkatan kondisi yang terjadi dilakukan
dari pengamatan yang dilakukan setiap kegiatan. Hal ini bertujuan untuk
mengetahui pemahaman terhadap masalah yang terjadi. Berdasarkan pengamatan yang
penulis lakukan selama kegiatan PPL dapat disimpulkan bahwa terdapat kasus,
yaitu muda-mudi di Vihara Siripada. Hal ini dapat dilihat dari perilaku dan
sikap cuek antara muda-mudi yang berasal dari kampus satu dengan yang lainya
yang kurang ramah, mereka cenderung kumpul bergerombol dengan komunitas mereka
dan tidak pernah saling menyapa antara sesama umat yang datang. Kasus yang
terjadi pada kegiatan puja bakti umum yaitu kurangnya pemahaman dhamma umat,
hal tersebut ditandai dengan banyak umat yang meningalkan dharmasala pada saat
kegiatan puja bhakti berlangsung.
4. Diagnosis
Berdasarkan identifikasi umat kasus di atas, penulis mendiagnosis
permasalahan yang terjadi dan berhasil menukan letak, jenis,, dan latar
belakang kesulitan/ permasalahan umat kasus, sebagai berikut:
No
|
Nama
|
Letak Kesulitan
|
Jenis Kesulitan
|
Latar Belakang Kesulitan
|
1
|
Muda-mudi
Kalyanamitha
|
Sikap
kepedulian
|
Pemahaman
yang kurang terhadap dhamma
|
Status
pendidikan, Sibuk bekerja
|
2
|
Puja Bhakti
Umum
|
Kegiatan
ritual/ religius
|
Motivasi
religius yang rendah
|
Kurang pemahaman
Dhamma
|
Dalam mendiagnosis
permasalahan yang terjadi, penulis menemukan letak, jenis, dan latar belakang
kesulitan pada kelompok muda-mudi. Letak kesulitan umat kasus yaitu pada
kegiatan ritual kegiatan muda-mudi. Jenis kesulitan antara lain kesulitan dalam
menumbuhkan motivasi, dan sikap/ perilaku kepedulian terhadap umat yang hadir
dalam kegiatan puja bakti kalyanamitha. Hal yang menjadi latar belakang
kesulitan kelompok umat kasus adalah.
a)
Status pendidikan
Dilihat dari status pendidikan, mayoritas status muda-mudi Vihara
Siripada adalah sebagai mahasiswa dan seorang pegawai kantor dimana mereka
banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja maupun menempuh pendidikan.
b)
Pekerjaan
Dari segi pekerjaan, mayoritas sebagai seorang mahasiswa yang menempuh
pendidikan di waktu pagi hingga sore hari. Selain itu juga ada yang bekerja
dari pagi hingga sore hari. Hal ini mengondisikan pada saat puja bakti Kalyanamita
di malam hari mereka jarang hadir karena sudah lelah.
c)
Kurangnya pemahaman Dhamma
Pada dasarnya tingkat keaktifan umat Buddha Vihara Siripada untuk datang
kevihara sudah sangat bagus. Tetapi dengan latar belakang mereka sebeagai
seorang yang memiliki tingkat ekonami menengah keatas, mereka masih disibukkan
oleh pekerjaan mereka masing-masing. Dengan demikian, untuk mendalami
pengetahuan dhamma sangat kurang. Padahal, di Vihara Siripada sudah ada Bhante
yang tinggal menetap disana. Umat Vihara Siripada sangat sedikit sekali yang
bertanya jawab tentang ajaran Buddha Dhamma kepada Bhante.
5. Prognosis
Dari hasil diagnosis mengenai permasalahan umat kasus di atas, maka
detetapkan teknik bantuan (prognosis), sebagai berikut:
1)
Mengadakan diskusi dengan senior dan pengurus umat
budhha di Vihara Siripada. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membahas
mengenai cara yang baik untuk diterapkan dalam kegiatan di Vihara Siripada Agar
umat lebih bersemangat untuk belajar dhamma dan merekapun menjadi antusias mengikuti
kegiatan-kegiatan yang dilakukan di vihara.
2)
Diskusi dengan ketua muda-mudi
Yaitu
kegiatan tanya jawab yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang muncul.
Sehinga dalam kegiatan keagamaan di Vihara Siripada dapat berjalan baik dan
pelayanan terhadap umat menjadi lebih memuaskan agar umat Buddha di sekitar vihara
tertarik untuk datang mengikuti kegiatan yang dilakukan.
6.
Tindak
Lanjut / Follow Up
Kegiatan tindak lanjut ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
tingkat keberhasilan dari solusi yang diberikan terhadap umat kasus. Tindak
lanjut yang dilakukan sebagai berikut:
a. Wawancara
Wawancara dilakukan kepada senior di Vihara Siripada melalui kegiatan
tanya jawab, dan kepada ketua muda-mudi. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali
informasi lebih dalam mengenai permasalahan yang terjadi.
b. Observasi
Observasi atau pengamatan dilakukan untuk mengamati perubahan dan
perkembangan yang muncul dari golongan umat kasus setelah memberikan bantuan.
c. Analisis
dokumenter
Analisis dokumenter dilakukan untuk melihat perkembangan umat yang tergolong
memiliki kasus. Kegiatan dapat dilaksanakan melalui pengamatan langsung setiap
kegiatan keagamaan di vihara
d. Penilaian
Penilaian
yang dilakukan kepada muda-mudi
dengan cara mengadakan kolaborasi
pergantiaan pemimpin puja bakti maupun MC pada setiap kegiatan puja bakti
kalyanamita. Penilaian terhadap kelompok muda-mudi
dengan cara melihat tingkat antusias dan keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan di vihara.
C. Pelaksanaan Kegiatan dan Program Kerja
Kegiatan
utama PPL kelompok IV bertumpu pada pelayanan dan pengabdian kepada umat Buddha
secara nyata, Kegiatan yang dilaksanakan selama PPL, telah disesuaikan dengan
kegiatan yang telah ada di lokasi pelaksanaan PPL yaitu di Vihara Siripada yang
beralamat di Perumahan Vila Melati Mas, Jl. Raya Serpong Blok B10 No. 54, Kel.
Jelupang, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
Sekolah
Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten telah membentuk beberapa
kelompok PPL jurusan Dharmaduta yang terdiri dari 20 orang yang dibagi menjadi
4 kelompok, yang masing-masing kelompok berjumlah 5 orang. Adapun program kerja
penulis yang dilaksanakan antara lain sebagai berikut:
1. Mempertahankan
Semangat Umat Untuk Mengikuti Puja Bhakti Umum
Puja bakti umum
dilaksanakan setiap minggu pagi,
dari pukul 09.00-12.00 dengan mengunakan
3 ruangan utama yaitu dhammasala, pendopo, dan bodhimandala.
Banyak umat yang datang dari berbagai daerah di tangerang untuk mengikuti puja
bakti ini. Puja bakti diawali dengan membacakan namakarapatha, vandana, tisarana, pancasila, budhanusati, dhammanusati,
sanghanusati, saccakiriyagatha, karaniya metta sutta, dan dilanjutkan
dengan meditasi
serta mendengarkan dhammadesana yang disampaikan oleh
Bhikhu Sangha atau Romo Pandita.
Umat yang
hadir hampir memenuhi ruangan tersebut dalam setiap minggunya untuk
mendengarkan Dhammadesana dari anggota sangha maupun dari Romo Pandita dan
dilengkapi kamera video yang ditayangkan di monitor untuk umat yang duduk di
pendopo dan bodhimandala agar bisa tetap melihat secara visual sosok pembicara,
bukan hanya mendengarkan dari penngeras suara. Jadwal
penceramah dan pemimpin puja sudah terjadwal dengan baik yaitu diisi oleh Romo Pandita atau dari Bhikhu Sangha. Setelah puja
bakti selesai, umat yang datang dapat menikmati dana makanan yang telah
disediakan oleh vihara.
Dengan
melihat jumlah umat yang hadir terus bertambah, bisa disimpulkan ada kemajuan
antusias umat Buddha di seputar Tangerang Selatan yang harus diperhatikan dan
terus dikembangkan. Meskipun antusias umat sudah sangat tinggi, pengelolaan
vihara juga semakin ditingkatkan oleh pengurus Vihara Siripada. Dengan layanan
umat yang baik maka diharapkan semangat umat dapat bertahan bahkan bertambah.
2. Meningkatkan
Semangat Pemuda Mengikuti Puja Bhakti Kalyanamitha.
Puja bakti muda-mudi kalyanamitha dilaksanakan
setiap jumat. Kegaiatan ini dimulai pukul 19.30-22.00 WIB, diisi oleh pembicara-pembicara yang membahas tentang
motivasi-motivasi dalam kehidupan yang berjalan seiring dengan Dhamma. Dengan
konsep tersebut diharapkan para kalyanamittha mendapatkan pengetahuan yang
berguna bagi mereka dalam menghadapi permasalahan di kampus atau tempat kerja.
Puja Bhakti
kalyanamitha sebagai sarana meningkatkan pengetahuan Dhamma para muda-mudi
Buddhis. Dengan mendatangkan pembicara yang berpengalaman dibidangnya
diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para muda-mudi. Dengan melakukan
tanya jawab kepada narasumber guna bertukar pikiran untuk menambah wawasan
tentang Dhamma.
3. Pindapatha
Rutin
Pindapatha dilakukann
setiap hari pukul 06.30 hingga selesai. Bhante
yang melaksanakan pindapatha yaitu Phra Maha Ali Jutaliko selaku kepala Vihara
Siripada. Setelah selesai pindapatha pagi bhante melanjutkan makan pagi bersama
umat yang hadir di vihara. Setelah
selesai makan bhante memberi kesempatan kepada umat untuk berdiskusi Dhamma.
Dalam kegiatan
pindapatha banyak umat yang berdana seperti makanan dan minuman, sehingga
makanan yang terkumpul dari hasil pindapatha cukup banyak. Peserta PPL dalam kegiatan ini selain membantu kegiatan
pindapatha, juga membacakan Dhammapada
Athakatta ketika para umat menyerahkan makanan kepada bhante. Pembacaan Dhammapada Athakatta dilakukan sebagai
pengganti ceramah.
4. Membantu
Administrasi Vihara
Vihara Siripada sebagai salah satu vihara yang berkembang didaerah
Tangerang selatan. Dengan kegiatan yang cukup banyak sangat banyak sekali
administrasi yang perlu dibantu oleh peserta PPL di Vihara Siripada. Kegiatan
yang sudah disusun dan terorganisir dengan rapi di Vihara Siripada seperti
acara seminar, donor darah, dan pernikahan.
Dari banyaknya kegiatan di Vihara Siripada, sangat diharapkan bantuan
dari peserta PPL. Dari bagian administrasi, para peserta PPL membantu dalam
surat menyurat dan merapikan surat masuk serta surat keluar. Dari kegiatan
tersebut diharapkan dapat merapikan segala nemtuk administrasi yang ada di
Vihara Siripada.
5. Membantu
Kegiatan Dhamma Study
Setiap rabu jam
18.00-19.30 WIB dilaksanakan
dhamma study di ruangan ananda. Kegaiatan ini dilaksanakan rutin dengan membahas
tentang pokok-pokok dasar Agama
Buddha dengan guru pembimbing yaitu Bapak Dodi Herwidanto. Kegiatan ini dilakukan dengan latar belakang karena
masih sangat sedikit umat yang memahami tentang pokok-pokok dasar Agama Buddha.
Umat yang hadir yaitu
kebanyakan dari ibu-ibu dan para remaja. Dalam
kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan Dhamma umat Buddha. Para peserta PPL membantu mempersiapkan kegiatan hingga menjadi
moderator dalam kegiatan Dhamma Study.
6. Sekolah
Minggu Buddha (SMB)
Sekolah Minggu Buddha (SMB) rutin diadakan setiap
minggu jam 09.00 WIB, dengan pembagian kelas-kelas sesuai umur murid. Dari TK,
SD, SMP, sampai SMA semua rutin dijadwalkan untuk puja bakti dan mendengarkan
dhamma dari pembicara. Pembentukan
karakter dari sejak dini sangatlah penting, mengingat ditahun-tahun kedepan
adik-adik tersebut yang akan melanjutkan dan mengembangkan Vihara Siripada pada khususnya
dan agama Buddha pada umumnya.
Dalam kesempatam ini penulis diberikan kesempatan untuk mengisi Intensiv
Kelas (I Class) jenjang SMA. I Class adalah kegiatan belajar Agama
Buddha untuk siswa SD sampai dengan SMA. Peserta yang mengikuti I Class mereka yang tidak mendapatkan
pelajaran Agama Buddha di sekolah. Kegiatan ini dilakukan guna sebagai
mendapatkan nilai Agama Buddha karena di sekolah para siswa tidak mendapat
pelajaran Agama Buddha.
Materi yang diberikan yaitu
mengambil dari buku Ehipassiko dengan
tema yang sudah ditentukan oleh pengurus I
Class. Dalam mengisi I Class murid
yang hadir sangat antusias untuk saling berkomunikasi dan dengan diskusi.
Sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak
Sekolah Minggu Buddha jenjang SMA yang diajar oleh penulis.
BAB III
PENUTUP
3.1
SIMPULAN
Pelaksanaa program layanan bimbingan umat yang dilaksanakan
di Vihara Siripada saat PPL memberikan sumbangsih baik untuk umat Buddha. dalam
pelayanan terhadap umat. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama
dengan umat, ternyata
berpengaruh pada kondisi kebersamaan di antara umat, serta keaktifan para
pemuda. Kegiatan untuk anak-anak juga berhasil menambah semangat mereka untuk
terus berperan aktif dalam kegiatan keagamaan dan memotivasi belajar bagi adik-adik
yang masih bersekolah.
Selama 1 (Satu)
bulan melaksanakan PPL di Vihara Siripada, peserta melakukan pelayanan dan pembinaan
saat acara pelimpahan jasa, puja bakti umum, maanula, muda-mudi, dan saat acara
pemberkatan atau peringatan kematian. Pembinaan tidak hanya melakukan diskusi
dhamma, dan memimpin puja bakti, namun peserta mengadakan program pelayanan
umat yang lain, seperti melayani para umat dan bhante dalam melakukan
Pindapatha, dan memberikan materi Intensive Class dalam kegiatan Sekolah Minggu
Buddha.
3.2
SARAN
Dalam pelaksanaan PPL yang telah berlangsung selama
satu bulan ini, penyusun mempunyai saran yang ditujukan kepada berbagai pihak,
sebagai berikut:
1.
Untuk pengelola Praktik Pengalaman Lapangan tahun yang
akan datang penulis menyarankan agar kegiatan PPL lebih diperhatikan lagi, terutama dari segi kunjungan dan
evaluasi kegiatan.
2.
STAB Negeri Sriwijaya merupakan
salah satu sekolah tinggi yang akan mencetak para Dharmaduta yang professional.
Oleh karena itu, para mahasiswa Dharmaduta pada khususnya harus lebih
diperhatikan dalam hal teori untuk melakukan pembinaan umat guna sebagai bekal
dalam terjun langsung ke masyarakat.
3.
Untuk Panitia
PPL, agar menimbang kembali kegiatan PPL tahun ajaran berikutnya agar tidak
seperti tahun ajaran 2014/2015.Seharusnya pelaksanaan PPL dilaksanakan sebelum
semester VII, sehingga mahasiswa bisa lebih fokus untuk mempersiapkan
penyusunan laporan skripsi. Penyusun merasa
kegiatan PPL tahun ajaran 2014/2015 tidak efektif dan efisien karena
lokasi PPL kurang tepat sasaran dan bermanfaat
bagi umat sekitar.
4.
Untuk Umat
Vihara Siripada, diharapkan agar terus bersemangat dan ikut serta dalam
pembangunan kemajuan Vihara Siripada demi kemajuan Buddha Dhamma.
0 komentar:
Posting Komentar